Raffi Ahmad Dorong Pesantren Menguasai Era Digital
Saya selalu ingatkan pada generasi muda bahwa pendidikan itu penting, tetapi saya juga berpesan pada anak dan istri saya, ilmu kehidupan yang diajarkan agama, dengan kesopanan, sangatlah penting.
Kediri (BERITA HARIAN ONLINE) – Sebagai Utusan Khusus Presiden RI, Raffi Ahmad mengimbau pesantren untuk menguasai teknologi digital agar keunggulan pesantren bisa diketahui masyarakat luas.
Raffi merasa antusias melihat banyak pemuda belajar di pesantren, karena yang terpenting bagi mereka adalah terus belajar, termasuk dalam memahami agama dengan penuh kasih.
“Saya selalu ingatkan pada generasi muda bahwa pendidikan itu penting, tetapi saya juga berpesan pada anak dan istri saya, ilmu kehidupan yang diajarkan agama, dengan kesopanan, sangatlah penting. Agama adalah prioritas utama dan diajarkan di pesantren,” ujarnya dalam pernyataan di Kediri, Kamis.
Ia menambahkan bahwa santri di pesantren adalah benih-benih generasi penerus. Mereka memiliki potensi menjadi gus, ning, kiai, dan insyaallah bahkan presiden di masa depan.
Raffi juga menekankan pentingnya cinta dan toleransi dalam agama. Semua agama mengajarkan kebaikan.
Perkembangan zaman berjalan terus, dan saat ini adalah era media sosial seperti Tik Tok dan platform lainnya.
Raffi mencontohkan sebuah aksi kebaikan yang menjadi viral di media sosial, yaitu seorang pemuda membersihkan masjid dan kemudian diundang naik haji oleh Raja Arab Saudi.
“Itu sungguh luar biasa. Dari viral di kalangan teman-teman melalui media sosial dan televisi. Jika waktunya belajar, kita berkomitmen 100 persen, tetapi saat bersantai, kita bisa memviralkan kebaikan,” kata Raffi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemuda harus berani maju. Contoh nyata adalah Presiden RI Prabowo Subianto yang dikelilingi banyak anak muda.
Menurut Raffi, hubungan antar generasi itu penting dan ketika kebaikan diviralkan, hasilnya positif.
Dia berharap pesantren lebih adaptif terhadap media sosial. Di pesantren, santri belajar ilmu agama dan dapat berbagi kebaikan melalui konten yang bermanfaat.
“Saya selalu mengatakan, sepintar apapun seseorang, jika hanya pintar secara intelektual tanpa didukung oleh dasar agama yang kuat, dia tidak akan mencapai apapun. Oleh karena itu, pesantren harus terus maju,” tambahnya.
Sementara itu, KH Zahrul Azhar Asumta, yang dikenal sebagai Gus Hans, menyampaikan bahwa acara ini adalah pertemuan para kiai yang menggaungkan “Gerakan Nasional Ayo Mondok”. Kegiatan ini dikemas dengan Muhalaqoh (Muhasabah dan Halaqoh).
“Ini adalah paket lengkap. Ada muhasabah untuk mengakui kesalahan yang perlu diperbaiki. Kami mengadakan halaqoh untuk mencari solusi. Oleh karena itu, media sangat penting karena merupakan mitra kami. Pesantren diharapkan mampu menyampaikan kebaikan sebenarnya melalui tangan dingin teman-teman,” ujarnya.
Gerakan Nasional Ayo Mondok bertujuan menyosialisasikan pesantren dan mengajak masyarakat untuk melihat pesantren sebagai pilihan utama dalam mendidik generasi sesuai karakter bangsa.
Mereka berharap pesantren lebih terbuka terhadap digitalisasi dan menjadi bagian aktif dalam dunia digital.
“Jika media digital dikelola oleh orang pesantren, mereka tidak akan menyebarkan informasi yang tidak benar dan hanya menyampaikan informasi yang mereka ketahui. Kami mentransfer pemahaman tentang bagaimana pesantren dapat memahami dunia digital,” tambahnya.
Kegiatan yang diadakan pada Rabu (28/5) ini dihadiri oleh ratusan pengasuh pesantren dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur, dan diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, Kota Kediri.








