Vaksinasi sebagai Upaya Pencegahan Pneumonia di Indonesia
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS, SH, yang menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), menekankan bahwa vaksinasi pneumonia tetap menjadi bagian penting dari strategi pencegahan penyakit menular di Indonesia.
“Vaksinasi merupakan langkah krusial dalam menekan angka penyakit dan kematian akibat pneumonia,” ujar Eka dalam konferensi pers mengenai imunisasi orang dewasa yang berlangsung di Jakarta, pada hari Rabu.
Dr. Endang Budi Hastuti, MKM, Ketua Tim Kerja Imunisasi Khusus dan Tambahan dari Kementerian Kesehatan, menyatakan bahwa pneumonia atau radang paru-paru masih menjadi salah satu penyakit menular dengan angka kejadian tinggi di Indonesia.
Penyakit ini utamanya menyerang kelompok rentan seperti bayi, anak kecil, serta lansia berusia 70 tahun ke atas yang memiliki sistem imun lemah.
Radang paru-paru dapat dikontrol melalui langkah pencegahan, deteksi dini, dan respon cepat ketika penyakit ini menyerang kelompok rentan seperti bayi dan orang dewasa.
Kementerian Kesehatan terus bekerja sama dengan organisasi profesi untuk mengatasi penyakit menular yang diprioritaskan dalam program nasional. Kementerian juga menyambut positif kerjasama dengan PAPDI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko pneumonia dan cara pencegahannya.
Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, menyarankan vaksinasi pneumokokus untuk orang dewasa. Mereka yang berusia 18 tahun ke atas dapat menerima vaksin pneumokokus konjugat untuk dewasa.
Vaksin pneumokokus polisakarida disarankan untuk orang dewasa mulai usia 50 tahun.
Vaksin terbaru, pneumokokus konjugat PCV-20, telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejak September 2024 dan kini tersedia di berbagai rumah sakit di Indonesia.
Satgas Imunisasi PAPDI juga telah merancang dan menyebarluaskan jadwal imunisasi dewasa terbaru melalui situs resmi mereka.







