Home / Pendidikan / Menteri Karding Bahas Inisiatif Pelatihan Migran dengan UPI

Menteri Karding Bahas Inisiatif Pelatihan Migran dengan UPI

terima audiensi upi menteri karding bahas kelas migran dan pelatihan

Menteri Karding Bahas Inisiatif Pelatihan Migran dengan UPI

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Abdul Kadir Karding, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), mengadakan pertemuan dengan perwakilan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di kantor Kementerian P2MI di Jakarta pada hari Senin. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kelas migran dan pelatihan terpadu.

“Akan lebih optimal jika universitas memiliki peminatan sejak semester awal. Kami akan menyiapkan pelatihan bahasa, budaya negara, dan pelatihan lain sejak awal, sehingga lulusan siap bekerja di luar negeri,” ujar Karding dalam siaran pers Kemen-P2MI di Jakarta, Senin.

Dalam diskusi tersebut, Karding menyampaikan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem migrasi yang aman dan terkelola dengan baik. Salah satu inisiatif yang diusulkan adalah pembentukan Migrant Center, yaitu pusat layanan satu pintu bagi calon pekerja migran.

“Kami berusaha mendorong terbentuknya Migrant Center di berbagai lokasi. Ini bisa dilakukan oleh perguruan tinggi, sekolah, sektor swasta, atau pemerintah daerah. Yang penting adalah menyediakan ruang yang memadai untuk mempersiapkan masyarakat agar siap bekerja di luar negeri dengan keahlian dan perlindungan yang tepat,” tambahnya.

Karding juga menyoroti peluang kerja sama dengan UPI dalam mendirikan pusat pelatihan terintegrasi, pemetaan kompetensi tenaga kerja, dan pengembangan kurikulum untuk kelas migran.

Oleh karena itu, Karding mengusulkan adanya kolaborasi antara Kemen-P2MI dan UPI dalam menyusun pelatihan terpadu bagi calon pekerja migran Indonesia.

“Saya kira kita bisa memulai kerja sama di bidang pendidikan dan pengajaran dengan mendirikan pusat pelatihan terintegrasi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UPI Didi Sukyadi menyatakan kesiapan institusinya untuk berperan aktif dalam memperkuat tata kelola migrasi tenaga kerja, termasuk melalui pendirian Migrant Center di kampus UPI.

“Ide untuk mendirikan Migrant Center sangat relevan bagi kami. Dari segi ruang kelas, pelatihan bahasa, dan koneksi, kami sudah siap. Kami hanya memerlukan panduan administratif dan regulasi untuk memastikan sesuai aturan,” jelasnya.

Didi mengatakan pihaknya akan mulai mengidentifikasi minat mahasiswa untuk bekerja di luar negeri dari awal, termasuk memberikan pelatihan bahasa sebagai bagian dari kurikulum.

“Saya akan mengumpulkan data mahasiswa baru untuk mengetahui siapa yang berminat bekerja di luar negeri. Di pagi hari mereka akan belajar materi akademik, dan di sore hari mereka belajar bahasa. Target kami adalah 50 persen dari satu angkatan siap berangkat ke luar negeri,” ungkapnya.

Selain itu, UPI juga berencana mengintegrasikan tema pekerja migran ke dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN), khususnya di daerah-daerah yang menjadi basis migran seperti Cianjur dan Majalengka.

“Jika diminta oleh P2MI untuk melakukan KKN di daerah-daerah pekerja migran, kami siap. Asalkan ada modul dan pelatihan awal dari kementerian. Ini bisa menjadi bentuk pengabdian sekaligus pemberdayaan,” tambahnya.

Tag:

Category List

Social Icons