Home / Ekonomi / Wamenkop: Koperasi Desa Merah Putih Atasi Urbanisasi Pemuda

Wamenkop: Koperasi Desa Merah Putih Atasi Urbanisasi Pemuda

wamenkop kopdes merah putih cegah urbanisasi pemuda

Wamenkop: Koperasi Desa Merah Putih Atasi Urbanisasi Pemuda

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyatakan bahwa koperasi desa merah putih adalah langkah pemerintah untuk menciptakan pekerjaan produktif di desa, dengan tujuan mencegah para pemuda desa pindah ke kota.

Ferry, yang juga bertindak sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan dan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih, mengatakan pada Rabu di Jakarta bahwa program ini juga bertujuan untuk menghindari munculnya fenomena “desa lansia” seperti yang terjadi di Jepang.

Kopdes merah putih diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para pemuda desa untuk berkontribusi dalam pembangunan desa mereka melalui kegiatan ekonomi yang produktif dalam kerangka koperasi, sehingga desa-desa dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru bagi negara dengan menciptakan lapangan kerja secara mandiri melalui koperasi.

“Saat ini, kondisinya cukup mengkhawatirkan karena hanya sekitar 40 persen pemuda yang tinggal di desa. Jika kita tidak segera menciptakan kegiatan produktif di desa, lama-kelamaan hanya orang tua atau lansia yang akan tersisa di desa, seperti yang terjadi di Jepang,” tutur Ferry.

Ferry menjelaskan bahwa kurangnya lapangan pekerjaan di desa mendorong penduduk untuk pindah ke kota, sehingga desa kurang mendapat perhatian dalam proses pembangunan.

Padahal, desa memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan jika ada kesadaran kolektif.

Setelah koperasi ini terbentuk, Kemenkop akan menyempurnakan model bisnisnya. Ketentuan yang ada menyebutkan bahwa akan ada minimal tujuh unit bisnis yang akan dijalankan oleh kopdes merah putih.

Ketujuh unit bisnis ini penting karena akan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa.

Namun, Kemenkop memberikan fleksibilitas bagi pengurus kopdes merah putih untuk mengembangkan unit bisnis mereka berdasarkan potensi dan karakteristik masing-masing desa.

“Kami akan mendampingi proses ini hingga Oktober 2025 secara bertahap. Di luar ketujuh kegiatan utama, koperasi bisa menjalankan usaha lain sesuai dengan potensi desa,” tambah Ferry.

Diharapkan, kehadiran tujuh unit bisnis ini dapat menyelesaikan masalah lain di samping persoalan ketenagakerjaan.

Kopdes merah putih ini diyakini dapat membantu menstabilkan harga bahan pokok dan mengatasi masalah pinjaman serta judi online yang marak di desa.

“Setiap kopdes merah putih diperkirakan akan mempekerjakan minimal 25 orang secara langsung. Kami akan menyiapkan pelatihan pemagangan dengan komposisi 90 persen praktik dan 10 persen teori,” jelasnya.

Tag:

Category List

Social Icons