Home / Budaya / Museum Tionghoa di Sukabumi Mengisahkan Sejarah Komunitas Tionghoa

Museum Tionghoa di Sukabumi Mengisahkan Sejarah Komunitas Tionghoa

Museum Tionghoa di Sukabumi Mengisahkan Sejarah Komunitas Tionghoa

Sukabumi (BERITA HARIAN ONLINE) – Sebuah museum yang didedikasikan untuk menyimpan peninggalan bersejarah komunitas Tionghoa berdiri megah di tengah gemerlapnya kawasan perdagangan dan kuliner Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi ikon baru di kota yang juga dikenal sebagai “Nizza Van Java”, sebuah julukan untuk kota yang mempesona di Pulau Jawa. Museum ini dibangun pada tahun 2021 oleh lima tokoh yang mencintai sejarah dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian warisan budaya dan sejarah Tionghoa di Sukabumi, ungkap Yapsa Dinanthy, seorang relawan sekaligus pemandu di museum tersebut, pada Senin (19/5).

Yapsa, yang akrab disapa Ambu, menjelaskan kepada Xinhua bahwa museum ini menyimpan beragam koleksi bernilai sejarah tinggi. Barang-barang tersebut berasal dari titipan atau sumbangan warga Sukabumi, kolektor barang antik, serta penggiat budaya Tionghoa peranakan di Indonesia.

Museum ini memiliki empat lantai dengan berbagai koleksi. Di lantai pertama, pengunjung disuguhi dengan perabotan seperti kursi dan meja khas yang biasa ditemukan di rumah-rumah warga Tionghoa zaman dulu, lukisan besar yang menggambarkan kedatangan Laksamana Cheng Ho di tanah Jawa, serta barang-barang rumah tangga yang dahulu digunakan oleh komunitas Tionghoa.

Di lantai dua, koleksi uang kertas dan koin kuno dari masa Kerajaan Mataram hingga uang terbaru ditampilkan. Altar untuk mengenang leluhur Tionghoa juga ada di sini, lengkap dengan peralatan upacara persembahyangan dan pemakaman.

Yapsa kemudian mengajak Xinhua untuk mengunjungi bagian atap museum yang sering digunakan untuk acara komunitas sejarah dan memberikan pandangan lebih jelas mengenai Kota Sukabumi yang sejuk, menyimpan banyak kenangan bersejarah, khususnya bagi komunitas Tionghoa.

Dari atas museum, terlihat harmoni antara komunitas Tionghoa dan pribumi yang telah terjalin lama, tampak dari kelenteng yang berdiri dekat dengan masjid dan gereja.

“Dulu, masyarakat Tionghoa dimakamkan dengan barang-barang berharga seperti uang dan emas,” jelas Yapsa. “Namun, hal ini menarik perhatian pencuri makam, sehingga uang dan emas diganti dengan replika atau mainan,” tambahnya.

Di lantai lainnya, terdapat koleksi dokumen-dokumen kuno dari warga Tionghoa, serta berbagai spesimen hewan buruan dari era kolonial Belanda.

Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi tempat bagi masyarakat, khususnya di Sukabumi dan Jawa Barat, untuk memahami lebih dalam kehidupan komunitas Tionghoa di masa lalu dan kontribusi mereka dalam membangun daerah tersebut.

Yapsa berharap dengan banyaknya pelajar dan pencinta sejarah yang datang ke museum ini dapat memperdalam pemahaman mereka tentang nilai-nilai sejarah Kota Sukabumi, terutama yang berkaitan dengan komunitas Tionghoa.

Tag:

Category List

Social Icons