Home / Ekonomi / Diskusi Tarif China-AS: Luhut Bertemu Pejabat Tiongkok

Diskusi Tarif China-AS: Luhut Bertemu Pejabat Tiongkok

bertemu pejabat tiongkok luhut bahas perang tarif china as

Diskusi Tarif China-AS: Luhut Bertemu Pejabat Tiongkok

Beijing (BERITA HARIAN ONLINE) – Luhut Binsar Pandjaitan, yang memimpin Dewan Ekonomi Nasional (DEN), mendiskusikan isu perang tarif antara China dan Amerika Serikat dalam pertemuannya dengan sejumlah pejabat dari Tiongkok.

“Saya juga membahas mengenai perundingan tarif tersebut. Kita saling bertukar informasi, namun bagi Indonesia semua adalah sahabat. Kita memiliki hubungan baik dengan Amerika Serikat, dan juga sangat baik dengan China,” ujar Luhut kepada BERITA HARIAN ONLINE di Beijing, Rabu.

Pada 11 Mei, China dan AS mencapai kesepakatan untuk memangkas tarif impor secara signifikan. Tarif AS untuk barang dari China turun dari 245 persen menjadi 10 persen, sementara tarif impor China untuk produk AS juga berkurang dari 125 persen menjadi 10 persen.

“Yang terpenting bagi Indonesia adalah saling menguntungkan, dan jika memungkinkan kita bisa menjadi mediator bagi keduanya untuk menjembatani perbedaan,” kata Luhut.

Dalam pertemuannya dengan Zhang Maoyu, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) dan Wakil Ketua Dewan Urusan Ekonomi dan Sosial China, Luhut menyampaikan bahwa kebijakan tarif AS berdampak pada banyak negara berkembang dan tidak boleh berlangsung lama.

“Tindakan tersebut mengganggu rantai pasokan global. China dan Indonesia harus bersama-sama mencari solusi. Indonesia sudah memulai perundingan, namun masih banyak hal yang belum disepakati. Saya terus tekankan bahwa dalam berunding, posisinya harus setara. Jadi, Indonesia bukanlah satu-satunya pihak yang membutuhkan AS,” tambah Luhut.

Pada April lalu, tim negosiasi Indonesia yang dikepalai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia dan AS sepakat untuk menyelesaikan tarif timbal balik dalam 60 hari.

Dalam negosiasi tersebut, Indonesia mengajukan peningkatan impor energi dari AS sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan perdagangan.

Indonesia juga berencana untuk meningkatkan pembelian gandum dan produk hortikultura lainnya dari AS, berkolaborasi dalam pengelolaan dan hilirisasi mineral penting, serta memberikan fasilitas investasi bagi perusahaan-perusahaan AS.

Baca juga: Luhut yakin China akan terus berinvestasi di Indonesia

Tag:

Category List

Social Icons