Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengundang komunitas literasi untuk hibur pemudik di Terminal Kampung Rambutan.

Staf Badan Bahasa Mutiara di Jakarta pada Kamis mengatakan hari ini pihaknya mengundang Komunitas Koper Baca dan Komunitas Kargo Baca untuk menghibur pemudik di stan Mudik Asyik Baca Buku.

Alasan kedua komunitas literasi yang diundang untuk hadir secara sukarela itu, kata dia, selain menghibur, juga untuk menarik minat baca pada pemudik yang sedang menunggu keberangkatan di terminal.

Hanna Ameera dari Komunitas Koper Baca yang kegiatan komunitasnya dimulai pada 2023, melakukan kegiatan mendongeng di stan Mudik Asyik Baca Buku.

Hanna Ameera yang juga pendiri Rumah Literasi Lampu Baca yang diresmikan pada 2022, biasanya membawa koper yang berisi buku-buku untuk dibaca bersama dengan anak-anak lainnya.

“Koper Baca ini biasanya aku bawa ke taman-taman. Misalnya kan banyak anak-anak, aku ajak baca, terus kadang aku dongeng, kadang aku baca nyaring,” kata gadis yang biasa disapa Hanna itu.

Hanna mengatakan dia memulai kegiatan literasi tersebut karena suka membaca, tetapi minat baca di lingkungan sekitarnya sangat kurang. “Sebenarnya boleh-boleh aja main gadget, cuma kan ada waktunya juga untuk misalnya membaca, menulis,” ujar gadis berusia 12 tahun itu.

Selama ia menjalankan kegiatan literasi, anak-anak yang ditemuinya itu suka membaca buku, tetapi tidak memiliki buku di tempat tinggal mereka. Hanna pun mengatakan akan terus mendongeng untuk anak-anak agar minat baca anak-anak semakin bertambah.

Sementara itu Komunitas Kargo Baca menampilkan hiburan pantomim di stan Mudik Asyik Baca Buku.

Edi Dimyati, salah satu penggiat Komunitas Kargo Baca, mengatakan pantomim yang dilakukannya itu merupakan salah satu cara untuk menarik minat baca anak-anak.

“Hanya sekadar menyuguhkan buku aja, kurang seru … yang penting, prioritas itu adalah bagaimana caranya anak-anak bisa dekat dulu emosinya,” kata Edi seraya menambahkan anak-anak itu baru bisa diarahkan membaca buku setelah dekat.

Edi juga mengatakan pihaknya sudah mempunyai perpustakaan bernama Kampung Buku yang didirikan pada 2010. Seiring dengan waktu pihaknya juga ingin mendekatkan buku kepada masyarakat dan memilih menggunakan sepeda sebagai cara untuk membawa buku-buku.

Pihaknya sudah mendonasikan buku ke taman baca yang ada di seluruh Indonesia, termasuk membuat pojok buku di Lantai 2 Terminal Kampung Rambutan. Untuk kegiatan selanjutnya, pihaknya akan masuk ke sekolah-sekolah untuk mengkampanyekan minat baca.