Malaysia Menyatakan Kemitraan China-ASEAN Krusial untuk Kemakmuran Wilayah
Kuala Lumpur (BERITA HARIAN ONLINE) – Relasi yang kokoh antara China dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sangat esensial dalam menjamin kemakmuran di kawasan ini untuk menghadapi tantangan geopolitik serta gangguan ekonomi, demikian ungkap Wakil Perdana Menteri Malaysia, Fadillah Yusof, di Kuala Lumpur pada hari Jumat (11/4).
Dalam sambutannya pada Forum Media dan Wadah Pemikir ASEAN-China yang berlangsung di Kuala Lumpur, Fadillah menekankan bahwa kolaborasi melalui media dan lembaga pemikir berfungsi sebagai penghubung untuk meningkatkan pemahaman dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan.
“Di masa ketidakpastian ekonomi dan perubahan geopolitik, upaya anda berfungsi sebagai penghubung untuk pemahaman yang lebih mendalam dan kerja sama yang bermanfaat,” tutur Fadillah. Ia menambahkan bahwa media dan lembaga pemikir memainkan peran penting dalam menjembatani perspektif, memberikan informasi untuk kebijakan, dan mendorong keharmonisan di kawasan ini.

Lebih lanjut, Fadillah menyatakan bahwa kolaborasi ini memberikan kesempatan yang sangat tepat untuk memperkuat hubungan antar masyarakat.
“Memastikan bahwa kerja sama kita bukan hanya bersifat transaksional, tetapi didasarkan pada kepercayaan, afinitas budaya, dan aspirasi yang sama,” ujar Fadillah.
Ia melanjutkan, “dunia membutuhkan ide-ide yang nyata, solusi praktis, dan yang terpenting, harapan! Harapan bahwa berbagai peradaban tidak hanya dapat hidup berdampingan, tetapi juga maju bersama.”
“Dengan demikian, wawasan dan kontribusi anda sangat penting dalam membentuk masa depan hubungan ASEAN-China, memastikan bahwa kemitraan kita tetap dinamis, berwawasan ke depan, dan berpengaruh,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi untuk menghadapi tantangan baru.
“Peran media dalam hubungan ASEAN-China tidaklah pasif, melainkan aktif. Media dapat menentukan nada percakapan kita, membentuk persepsi kita, dan meletakkan dasar untuk pemahaman timbal balik yang lebih mendalam,” kata Fahmi.








