Museum NTB dan MAGNT Bersatu dalam Peningkatan Kapasitas
Museum NTB menyimpan 7.721 koleksi artefak penting yang dikelompokkan dalam 10 kategori, seperti geologi, biologi, sejarah, arkeologi, filologi, keramik, pangkat, mata uang, seni, dan etnografi.
Mataram (BERITA HARIAN ONLINE) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk kolaborasi yang tertuang dalam nota kesepahaman dengan fokus pada peningkatan tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, dan digitalisasi bersama Museum and Art Gallery of the Northern Territory (MAGNT) yang berada di Darwin, Australia.
‘Kolaborasi ini bertujuan untuk saling meningkatkan pemahaman di bidang kebudayaan,’ ungkap Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Rabu.
Ahmad Nuralam menjelaskan bahwa perjanjian yang akan berlangsung selama dua tahun ini memberikan manfaat besar tidak hanya bagi kedua museum, tetapi juga bagi Indonesia dan Australia yang secara geografis berdekatan.
Menurutnya, Museum and Art Gallery of the Northern Territory dikenal sebagai museum berstandar internasional, menjadikannya tempat yang tepat bagi Museum NTB untuk belajar dan berkembang menjadi museum bertaraf global.
‘Kebudayaan memiliki cakupan yang luas dan bahasa yang universal. Kami berharap bahasa kebudayaan ini dapat berkontribusi bagi kedua negara,’ tambah Nuralam.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Museum NTB kini sedang berproses menuju digitalisasi. Semua koleksi akan diubah dari data manual menjadi digital melalui program Museum Satu Data.
Buku register yang sebelumnya berbentuk manual kini perlahan diubah menjadi data digital. Bahkan, semua aktivitas berbasis laman untuk memudahkan pencatatan dan pelacakan informasi seperti perawatan koleksi, pihak yang merawat, hingga deskripsi kondisi barang sebelum dan sesudah dirawat.
‘Kami menargetkan setiap artefak memiliki data digitalnya sendiri,’ ujar Nuralam.

Museum NTB memamerkan 7.721 artefak bersejarah yang dikategorikan dalam 10 kelompok: geologi, biologi, sejarah, arkeologi, filologi, keramik, pangkat, mata uang, seni, dan etnografi.
Museum yang resmi berdiri pada tahun 1982 di Mataram ini memiliki atap yang terinspirasi dari rumah adat suku Sasak—penduduk asli Pulau Lombok.
Direktur Museum and Art Gallery of the Northern Territory, Adam Worrall, menyatakan kegembiraannya dapat memperkuat jaringan museum dan hubungan lintas budaya dengan Indonesia.
Melalui nota kesepahaman tersebut, Museum and Art Gallery of the Northern Territory berkomitmen membantu Museum NTB dalam pelestarian dan pengelolaan koleksi. Museum NTB akan memberikan kontribusi timbal balik dengan berbagi cerita sejarah Indonesia dan artefak yang dimiliki MAGNT.
‘Kami sangat bersemangat dengan adanya pertukaran informasi dan penelitian berkelanjutan, serta membantu meningkatkan digitalisasi koleksi dan media digital melalui lokakarya bersama,’ ujar Adam.









