Keluhan Orang Tua di Karawang tentang Pembelian Paket Buku LKS
Harga Paket Buku LKS yang Tinggi
Karawang – Para orang tua siswa sekolah dasar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengeluhkan kewajiban untuk membeli paket buku lembar kerja siswa (LKS) dengan harga yang mencapai ratusan ribu rupiah per siswa.
Victor Edison, Ketua Gerakan Taruna Indonesia, di Karawang, menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, pihaknya sering menerima keluhan dari orang tua siswa terkait kewajiban membeli paket buku LKS.
Orang tua siswa diarahkan untuk membeli paket buku LKS tersebut di toko buku tertentu. Bahkan, beberapa sekolah mengarahkan pembelian ke tempat tertentu yang khusus menjual paket buku LKS.
Isi dan Penggunaan Buku LKS
Buku LKS adalah buku yang memuat latihan soal dan tugas yang dirancang untuk membantu siswa belajar secara mandiri.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Karawang mencatat bahwa buku LKS sebenarnya diberikan secara gratis karena telah disubsidi oleh pemerintah menggunakan Dana Bantuan Operasional.
Larangan Jual Beli Buku LKS
Larangan jual beli buku LKS ini juga tercantum dalam Surat Instruksi Bupati Karawang Aep Syaepuloh Nomor: 100.3.4.2/322/Inspt/2025, yang melarang segala bentuk pungutan di satuan pendidikan, termasuk jual beli dan pengarahan pembelian LKS, buku pelajaran, bahan ajar, serta seragam sekolah.
Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran Disdikpora, termasuk Kepala Disdikpora, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Korwilcambidik, hingga Kepala TK/PAUD/SD/SMP di lingkungan Disdikpora Kabupaten Karawang.
Masalah Pengawasan dan Penindakan
Victor menyayangkan praktik jual-beli paket buku LKS terus terjadi meskipun dilarang. Hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan penindakan dari pemerintah daerah.
Praktik ini hampir terjadi di semua sekolah dasar negeri di Karawang setiap awal tahun ajaran baru.
Sampai saat ini, laporan pembelian wajib buku LKS ini datang dari SDN Nagasari 6, SDN Karangpawitan 3, dan SDN Palumbonsari 3.
Sementara itu, ketika dimintai keterangan terkait keluhan ini, pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang masih enggan memberikan komentar.








