Pemkab Kubu Raya Tingkatkan Upaya Pengurangan Stunting
Pontianak (BERITA HARIAN ONLINE) – Di Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berfokus pada optimalisasi layanan kesehatan masyarakat sebagai langkah untuk mempercepat pengurangan stunting dan meningkatkan layanan kesehatan dasar di desa-desa.
“Salah satu inisiatif konkrit adalah mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas Kader Pembangunan Manusia. Pelatihan ini menargetkan kader desa yang memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa dapat berjalan dengan baik,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, di Sungai Raya, Selasa.
Ia menyatakan bahwa mempercepat pencapaian layanan kesehatan menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kunjungan balita ke posyandu.
“Saat ini, kunjungan balita ke posyandu mencapai 72,9 persen per Mei 2025. Ini merupakan modal penting untuk mencapai target nasional prevalensi stunting sebesar 14 persen dan kunjungan posyandu 100 persen pada tahun 2029,” jelasnya.
Yusran menekankan bahwa pemerintah tidak dapat mencapai target nasional ini sendirian. Diperlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, terutama Kader Pembangunan Manusia yang berada di garis depan pelayanan masyarakat desa.
“Kader harus mampu menjalankan fungsi pelayanan publik dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan seperti posyandu. Selain itu, mereka juga berperan dalam menyampaikan aspirasi warga dalam perencanaan pembangunan desa,” katanya.
Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berharap para kader dapat memahami sepenuhnya tugas dan fungsi mereka serta kebijakan yang relevan dalam menangani stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
“Ilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kinerja para kader dalam mendukung pemerintah desa,” ujar Yusran.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan, pendampingan, dan sinergi lintas sektor untuk mempercepat pencapaian indikator pembangunan kesehatan yang ditetapkan secara nasional.









