Penasihat DWP Kemendagri Ajak Pengurus untuk Terus Meningkatkan Pengetahuan
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Yane Bima Arya, penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Kementerian Dalam Negeri, menegaskan pentingnya bagi pengurus DWP untuk terus meningkatkan pengetahuan mereka.
Dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Rabu, Yane menjelaskan bahwa berbagai pertemuan yang diadakan oleh DWP bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sebuah kebutuhan. Di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan dunia, para pengurus DWP perlu mendapatkan ilmu dan bimbingan untuk terus bertumbuh.
“Jika kita jarang belajar dan tidak sering mengadakan pertemuan seperti ini untuk mengundang para ahli, kita akan kewalahan. Karena tujuan kita semua sama, yaitu memiliki keluarga yang harmonis. Namun, apakah itu mudah? Tidak bagi mereka yang enggan belajar,” ujar Yane di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Peringatan Hari Kartini dan Pengukuhan Pengurus DWP Unit Kerja Lingkup Kemendagri untuk Masa Bakti 2024–2029 yang dilaksanakan secara hybrid dari Aula Gedung F Lantai 4 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Jakarta.
Yane menambahkan bahwa fenomena sosial yang ada saat ini sangat kompleks, dan tanpa pengetahuan yang memadai, pengurus akan kesulitan dalam menghadapinya.
Ia menilai bahwa pertemuan yang diadakan oleh DWP bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri, kemampuan, serta mendorong perubahan positif.
“Jika kita mendengar tentang virus penyakit, kita tahu virus tersebut ada di mana-mana. Kita bisa terjangkit jika daya tahan tubuh kita lemah. Fenomena sosial terjadi ketika ada ‘virus sosial’. Jika kita tidak memperkuat iman kita, kita akan terpengaruh,” ungkapnya.
Yane juga menyoroti pentingnya memahami etika organisasi. Menurutnya, pengurus DWP harus memahami dan mengajarkan etika organisasi agar dapat menjadi panutan. Dia berharap pengurus DWP di lingkup Kemendagri bisa memberikan pelatihan mengenai etika organisasi kepada seluruh anggota.
“Saya berharap keluarga besar Dharma Wanita Persatuan di lingkup Kemendagri memahami tentang etika organisasi tersebut. Karena yang akan terlihat, apa yang dapat kita lihat dari semua anggota, adalah jika kita memahami apa itu etika organisasi,” ujar Yane.
Acara tersebut juga diiringi dengan webinar bertema “Membangun Rumah Tangga yang Harmonis antara Suami dan Istri” dengan narasumber dr. Aisah Dahlan, CMHt., CM.NLP.
Dalam presentasinya, Aisah menjelaskan pentingnya memahami karakter laki-laki dan perempuan dari sudut pandang neuropsikologi untuk menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga.
Tema tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi para peserta dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh cinta, meskipun terkadang terjadi konflik. Justru melalui konflik itulah kasih sayang antarpasangan bisa semakin terasah.
Dia juga menjelaskan bahwa kata “harmonis” berasal dari “harmoni” yang berarti keselarasan dan saling keterkaitan, serta mencerminkan sikap saling menghargai perbedaan.
“Apa itu hubungan harmonis? Hubungan harmonis adalah hubungan yang dijalin dengan penuh kasih sayang, saling memahami, saling menghormati, dan saling mendukung. Inilah yang disebut harmonis,” pungkas Aisah.








