Home / Pendidikan / Perpusnas: Buku yang Rusak Membuktikan Nilainya

Perpusnas: Buku yang Rusak Membuktikan Nilainya

perpusnas buku adalah pustaka yang jika rusak justru bermanfaat

Perpusnas: Buku yang Rusak Membuktikan Nilainya

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – E. Aminudin Aziz, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), mengungkapkan bahwa buku bukan hanya pusaka yang sekadar disimpan, tetapi juga pustaka yang ketika rusak justru menunjukkan manfaatnya bagi masyarakat.

“Buku bukan pusaka, melainkan pustaka. Pusaka disimpan dan dilestarikan, sementara pustaka harus dibaca dan dimanfaatkan, bahkan boleh rusak karena sering dipakai,” jelasnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin.

Pernyataan ini disampaikan saat mengamati pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Jumat-Sabtu (1–2/8).

Aminudin menambahkan bahwa buku yang mulai usang karena sering dibaca bukanlah hal yang menyedihkan, justru mencerminkan seberapa bermanfaat buku tersebut bagi pembacanya.

“Saya malah senang jika ada buku yang rusak karena sering digunakan, itu menandakan bahwa buku tersebut benar-benar dibaca. Sebaliknya, saya merasa sedih bila buku tetap utuh dan tampak baru karena tidak pernah dibuka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pulang Pisau, Sopiyah, menyatakan rasa syukur karena desa di wilayahnya mendapatkan bantuan bacaan berkualitas untuk tahun 2024–2025 dan menjadi lokasi KKN Tematik Literasi. Ia berharap lebih banyak desa dapat merasakan manfaat serupa karena buku-buku tersebut bermanfaat bagi anak-anak.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada Universitas Palangka Raya yang telah mengirimkan mahasiswa untuk mengisi KKN Tematik Literasi di tempat kami, semoga ini dapat semakin meningkatkan kemampuan literasi anak-anak,” jelasnya.

Mahasiswa peserta KKN Tematik Literasi, Grace, mengharapkan agar seluruh program KKN Tematik Literasi dapat terus berlanjut dan tidak berhenti sebatas KKN saja.

“Harapan saya, semua program yang telah dijalankan tidak berhenti di sini dan setelah kami pergi, semoga program ini terus dilanjutkan oleh masyarakat, terutama para guru,” ucapnya.

Program KKN Tematik Literasi ini adalah hasil kerja sama antara Perpusnas dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), melibatkan 22 perguruan tinggi negeri. Program ini menargetkan 1.000 desa di 13 provinsi dengan tingkat literasi yang sangat rendah.

Sebanyak 15.000 mahasiswa dilibatkan sejak Juli 2025 untuk melaksanakan kegiatan literasi selama 40 hari, mulai dari pojok baca, kelas cerita, hingga pelatihan literasi digital. Program ini juga mendukung distribusi 10 juta buku berkualitas ke 10.000 titik Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dengan rata-rata 1.000 buku per lokasi.

Program serupa telah dijalankan sejak 2024 dan menjangkau ribuan desa di berbagai wilayah Indonesia.

Tag:

Category List

Social Icons