Home / Sosial / PKH Suport KPM di Surabaya untuk Penuhi Kebutuhan Pendidikan Anak

PKH Suport KPM di Surabaya untuk Penuhi Kebutuhan Pendidikan Anak

pkh bantu kpm di surabaya cukupi kebutuhan pendidikan anak

PKH Suport KPM di Surabaya untuk Penuhi Kebutuhan Pendidikan Anak

Alhamdulillah, sangat membantu. Untuk keperluan sekolah anak-anak, seperti anak saya yang TK dan SD, PKH sangat membantu

Surabaya (BERITA HARIAN ONLINE) – Program Keluarga Harapan (PKH) yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos) membantu keluarga penerima manfaat (KPM) di Surabaya, Jawa Timur, seperti Fathimatus Zahro (41), dalam memenuhi kebutuhan pendidikan untuk kedua buah hatinya.

“Alhamdulillah, sangat membantu. Untuk keperluan sekolah anak-anak, seperti anak saya yang TK dan SD, PKH sangat membantu,” ungkap Fatim saat ditemui di tempat usahanya di Surabaya pada hari Kamis.

Fatim, yang tinggal di Tambak Grinsing Baru 2/3/7 RT 4, RW 13 Surabaya, telah menjadi penerima bantuan PKH sejak tahun 2018.

Pada tahap pertama tahun ini, ia memperoleh bantuan sebesar Rp975 ribu yang dialokasikan untuk kebutuhan anak-anaknya yang bersekolah di tingkat dasar dan balita.

“Saya prioritaskan uangnya untuk keperluan sekolah anak-anak, termasuk uang jajannya, karena itu hak mereka,” ujarnya.

Suaminya, Muhammad Saleh (39), sebelumnya berjualan kari kambing keliling di warkop-warkop. Namun, dia harus berhenti setelah mengalami kecelakaan.

Setelah berhenti berjualan, mereka sering kali harus berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi ini mendorong Fatim untuk berjualan demi menambah penghasilan keluarga.

“Saya sempat berpikir, kalau terus begini, utang terus. Akhirnya, saya putuskan untuk berjualan nasi bebek. Alhamdulillah ada jalan,” tuturnya.

Fatim menyewa tempat usaha dengan biaya Rp1 juta per bulan, sambil tetap mengatur waktunya untuk mengurus anak-anaknya, termasuk mengantar mereka ke sekolah.

Anak pertamanya, Hilyatun Nisa (9), duduk di kelas 2 SD, sedangkan anak keduanya, Faizatul Widad (6), masih duduk di bangku TK.

Fatim berharap suatu hari nanti dapat mandiri tanpa bergantung pada bantuan sosial dari pemerintah.

“Saya ingin keluar dari lingkaran kemiskinan. Tidak masalah tidak dapat bantuan, yang penting saya mampu. Saya ingin seperti dulu, usaha suami lancar dan saya bisa urus anak-anak,” katanya.

Koordinator Wilayah PKH Jatim 3, Agus Sudrajat, menyebutkan bahwa wilayah kerjanya meliputi Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto (kota dan kabupaten), Gresik, serta Lamongan. Saat ini, ada sekitar 500 ribu KPM di wilayah tersebut, dengan sekitar 29 ribu penerima berada di Surabaya.

Agus menjelaskan bahwa KPM harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memenuhi salah satu dari tiga komponen, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Komponen pendidikan mencakup anak usia SD, SMP, dan SMA, sementara komponen kesehatan meliputi ibu hamil dan anak balita. Sedangkan, kesejahteraan sosial ditujukan bagi lansia di atas 70 tahun dan penyandang disabilitas.

Bantuan PKH disalurkan dalam empat tahap setiap tahun. Untuk pendidikan, masing-masing anak mendapatkan Rp900 ribu per tahun untuk tingkat SD, Rp1,5 juta untuk SMP, dan Rp2 juta untuk SMA. Komponen kesehatan mendapatkan Rp2,4 juta, dan penyandang disabilitas menerima Rp3 juta per tahun.

Kementerian Sosial menargetkan agar setiap pendamping PKH dapat memberdayakan minimal 10 KPM per tahun menuju kemandirian dan keluar dari status penerima bantuan sosial.

KPM yang telah memiliki usaha juga dapat mengajukan proposal untuk memperoleh bantuan melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi.

Tag:

Category List

Social Icons