Home / Politik / Prabowo Paparkan Kisah Pribadi sebagai Bukti Dedikasi terhadap Demokrasi

Prabowo Paparkan Kisah Pribadi sebagai Bukti Dedikasi terhadap Demokrasi

prabowo ungkap pengalaman pribadi sebagai bukti komitmen demokrasi

Prabowo Paparkan Kisah Pribadi sebagai Bukti Dedikasi terhadap Demokrasi

Bagi kami di negara-negara Selatan global, wilayah yang bercita-cita meniru demokrasi Barat, kami mempercayai trias politica, kebebasan berekspresi, dan kebebasan berpendapat,

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan dedikasinya terhadap prinsip-prinsip demokrasi serta supremasi hukum dalam pidatonya di Forum Diplomasi Antalya 2025 yang diadakan pada hari Jumat.

Berlangsung di Nest Convention Center, Turki, Presiden Prabowo membagikan pengalaman pribadinya sebagai bukti bahwa ia tidak hanya percaya pada demokrasi, tetapi juga menjalankannya secara konsisten.

“Bagi kami di negara-negara Selatan global, wilayah yang bercita-cita meniru demokrasi Barat, kami mempercayai trias politica, kebebasan berekspresi, dan kebebasan berpendapat,” tuturnya yang juga diikuti dalam jaringan (daring) Antalya Diplomacy Forum di Jakarta.

Kepala Negara mengungkapkan bahwa ia telah mencalonkan diri sebagai presiden sebanyak empat kali, dan mengalami kekalahan dalam tiga kesempatan.

“Jadi, apa yang saya ungkapkan ini menunjukkan keyakinan saya terhadap demokrasi,” jelasnya.

Prabowo juga membagikan pengalaman penting dalam kariernya sebagai prajurit militer. Ia pernah memegang komando pasukan darat terbesar di Indonesia, namun kemudian diminta mundur dari jabatannya.

“Secara langsung, saya dipecat. Tapi saya telah bersumpah menjunjung tinggi konstitusi. Ketika presiden meminta saya mundur, saya tidak ragu sedikit pun. Saya katakan, siap Pak,” ungkapnya.

Di tengah dedikasi tersebut, Presiden juga menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi global saat ini, khususnya konflik kemanusiaan di Gaza.

“Sekarang kita melihat anak-anak, perempuan, pria tak bersenjata dibantai di depan mata dunia,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa diplomasi tetap menjadi jalan terbaik, namun dunia kini menghadapi kenyataan pahit, di mana negara-negara mulai mengalihkan sumber daya dari pembangunan ke pertahanan, karena ketidakpastian masa depan yang semakin meningkat.

“Ini menyedihkan, tetapi saya tetap percaya, kita harus menempuh jalur diplomasi,” tegasnya.

Tag:

Category List

Social Icons