Undana Bangun Kerja Sama dengan Universitas di Rusia dan Belarus
Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang, Nusa Tenggara Timur memperkuat jaringan dengan menjalin hubungan dengan universitas ternama di Rusia dan Belarus.
Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) yang berlokasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur, sedang memperkuat jaringannya dengan mulai menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Rusia dan Belarus.
Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, dalam pernyataannya yang disampaikan di Kupang, Kamis, menegaskan bahwa Undana memiliki kriteria khusus dalam memilih mitra kolaborasi.
“Kami berharap bisa menemukan universitas di Rusia atau Belarus yang memiliki keunggulan sebanding dengan Undana, terutama dalam bidang sistem produksi pangan yang menjadi kekuatan lokal kami, atau pengelolaan sumber daya hayati yang kaya di Nusa Tenggara Timur, sehingga kami dapat mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya di Kupang.
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan antara Undana dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia sekaligus Republik Belarus, Jose Antonio Morata Tavares.
Kehadiran Tavares menandakan komitmen dan keterbukaan Rusia untuk membangun hubungan akademik yang erat dengan institusi pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk Undana yang berada di wilayah Timur Indonesia.
Prof. Jefri menekankan bahwa Undana memilih mitra kolaborasi dengan cermat. Prioritas diberikan kepada universitas yang memiliki kepedulian dan keunggulan pada bidang-bidang strategis yang sejalan dengan misi Undana.
Langkah ini diambil untuk memperkuat kapasitas internal dan meningkatkan daya saing di kancah internasional.
Pihak universitas berharap kerja sama yang terjalin dapat melibatkan seluruh civitas akademika secara lebih komprehensif.
Dosen diharapkan juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan, mulai dari penelitian bersama yang inovatif, publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi, hingga membangun jejaring akademik yang solid dengan rekan di luar negeri.
“Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya terbatas pada student mobility. Kami juga ingin para dosen terlibat aktif dalam riset kolaboratif yang menghasilkan penemuan baru, publikasi bersama yang meningkatkan visibilitas institusi, serta berbagai bentuk pertukaran akademik lainnya yang memperkaya wawasan dan keahlian,” tambah Prof. Jefri.
Dubes Tavares menyampaikan bahwa saat ini sudah ada lebih dari 146 bentuk kemitraan produktif antara perguruan tinggi di Rusia dan lembaga pendidikan tinggi di seluruh Indonesia.
Dia juga memastikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow siap sepenuhnya untuk memfasilitasi komunikasi efektif antara Undana dan berbagai universitas potensial di Rusia maupun Belarus.
“Kami melihat beberapa universitas di Rusia memiliki kekuatan yang sejalan dengan fokus pengembangan ilmu di Undana, terutama dalam isu-isu penting seperti ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” ujarnya.









