Wagub Sulteng: Lebaran Mandura Lambang Kebersamaan Gotong Royong Masyarakat
Kampung Baru Fair telah menjadi arena peradaban dan kreativitas yang selama sepuluh tahun terakhir ini menjadi denyut ekonomi masyarakat, ruang seni, dan jendela budaya pariwisata Kota Palu.
Palu (BERITA HARIAN ONLINE) – Wakil Gubernur (Wabup) Sulawesi Tengah (Sulteng) Reny A. Lamadjido menegaskan bahwa Lebaran Mandura bukan sekadar acara hiburan, melainkan juga simbol kuat dari nilai-nilai kultural dan semangat gotong royong.
“Kampung Baru Fair telah menjadi panggung peradaban dan kreativitas yang selama satu dekade ini berperan sebagai denyut nadi ekonomi masyarakat, tempat berkesenian, dan etalase budaya pariwisata Kota Palu,” ujar Reny A. Lamadjido di Palu, Rabu.
Dia mengapresiasi seluruh panitia, masyarakat, dan pihak terkait yang telah berhasil menyelenggarakan Lebaran Mandura Kampung Baru Fair (KBF) 2025.
Menurutnya, Festival Kampung Baru Fair yang telah mencapai usia sepuluh tahun ini telah berubah menjadi daya tarik wisata budaya dan ekonomi rakyat.
Kegiatan ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari pejabat, pelaku usaha, tokoh publik, hingga masyarakat umum yang datang berkunjung ke festival ini.
Reny menekankan bahwa acara ini menunjukkan bahwa budaya di daerah ini hidup dan berkembang bersama masyarakat.
Hal ini, katanya, membuktikan bahwa ketika masyarakat diberi ruang untuk berkreasi, pasti akan muncul potensi dan peluang emas, di mana ekonomi dapat tumbuh, seni berkembang, dan kebersamaan menemukan tempatnya.
“Saya bangga melihat antusiasme warga yang luar biasa. Semoga Kampung Baru Fair terus menjadi acara tahunan yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Wagub berharap semangat persatuan dan kebersamaan terus tumbuh, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga tradisi lokal yang inklusif dan memajukan ekonomi rakyat.









